Absen duluuu!!

ayo kru Multimedia kelas XII pada absen!

Dipublikasi di Umum | 39 Komentar

Tugas Kelas XI-MM

Halo semua, moga tetap semangat dikelas dan dimanapun. Oke berikut tugas yang telah saya berikan, tapi mungkin ada yang kurang paham. So saya jelaskan sedikit detail tugas kalian yaitu:

  1. Kliping / artikel dengan topik “siaran televisi digital” , “penyiaran televisi” dan “peralatan broadcasting TV”
  2. cantumkan sumber artikel (alamat situs, media cetak terbitan kapan, dll) yang jelas
  3. Buat resume tentang artikel yang kamu dapatkan
  4. Diatur yang rapi, jangan pake font aneh²
  5. Berikan kata sambutan atau sedikit sambutan mengenai tugas ini dan isinya dibagian depan.
  6. Susun daftar pustaka (alamat situs, dll) halaman paling belakang.

Batas waktu pengumpulan 25 Oktober 2010

Kalau ada yang kurang jelas silakan berkomentar disini. OK selamat bekerja!

Dipublikasi di Mata Diklat Multimedia, Tugas dan Praktikum | 6 Komentar

Pengumuman Tugas I X-TP4

Halo semua! Oya inget kan ama tugas yang sudah saya umumkan? Yup untuk mapel Dasar Penyiaran TV yaitu:

  • Kliping / artikel dengan topik “siaran televisi digital”
  • cantumkan sumber artikel (alamat situs, media cetak terbitan kapan, dll) yang jelas
  • Buat resume tentang artikel yang kamu dapatkan
  • Diatur yang rapi, jangan pake font aneh²
  • Paling lambat 3 hari sebelum raport mid-semester

Jelas? kalo ada yang mau ditanyakan, komentar aja di topik ini. Let’s rock!

Dipublikasi di Pengumuman | 25 Komentar

Waduh…..gimana nih…saya juga termasuk dong 😀

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Floor Director

Disadur dari situs mas Dikiumbara (dikiumbara.wordpress.com) mengulas sekilas tentang Floor Director. Mari kita coba diskusikan

Jadi Floor Director itu, Keren!

Oleh Diki Umbara

Tiga puluh menit lagi on air! Begitu ”perintah” produser setengah jam sebelum siaran langsung sebuah acara televisi. Waktu terus berjalan, beberapa crew masih kelihatan santai. Dua orang cameraman berbincang, entah topik apa yang mereka bicarakan. Make up anchor alias pembawa acara baru saja selesai, si anchor yang kebetulan keturunan Arab cantik itu bergegas menuju studio dengan latar green screen yang memang hanya berjarak beberapa meter saja dari ruang make up.

Lima menit lagi on air! Kali ini giliran program director berteriak. Semua crew sudah standby. Suasana studio masih terasa santai, hingga PD mengucapkan count down : 10.., 9…., 8…,  Dan…..salah seorang cameraman teriak ”Heiii….(sensor) baju lu blum dikancingin satu tuh”


Rutinitas terkadang menjemukan, karena rutinitas pula kegiatan yang penting itu bisa menjadi keteledoran. Saat itu paling tidak, ada empat orang crew di studio dan empat orang di sub control, andaikan saja salah satu cameraman gak ngeh dengan kancing baju mbak news caster tadi tentu saja hal fatal akan terjadi. Acara televisi adalah kerja tim, kesalahan satu orang berarti kesalahan tim. Yang paling bertanggung jawab atas kejadian di atas adalah Floor Director.

Siapakah Floor Director ?


Floor Director merupakan pimpinan alias bos di studio, di beberapa stasiun televisi dan production house, Floor Director biasa juga disebut sebagai Floor Manager. Floor Director adalah kepanjangan tangan dari Program Director/PD (tentang Program Director nanti akan kita bahas tersendiri). Floor Director mendengarkan perintah PD melalui sistem komunikasi intercom dari control room. Ibarat anggota tubuh, seorang FD menjadi telinga, mata, dan mulut seorang PD. Tugas utama seorang Floor Director adalah berkomunikasi dengan talent/pengisi acara. Dalam acara siaran langsung di studio, FD memiliki otoritas terakhir.

Sebelum produksi dimulai alias di pra produksi, seorang Floor Director harus memahami rundown terlebih dahulu. Jika ada perubahan dalam rundown, maka sebagai pemimpin di studio, FD harus segera mengkomunikasikannya dengan seluruh kru yang ada di studio. Juga jika ada perubahan yang melibatkan anchor misalnya, maka FD secepat mungkin memberitahukan pada anchor tersebut. Andrew Utterback dalam bukunya Studio-Based Television Production and Directing, menyarankan agar seorang FD memiliki semua pengetahuan hal teknis yang ada di studio, karena jika diperlukan FD bisa ”menggantikan” posisi tersebut.

FD dengan Crew di Studio


Komunikasi

Sekali lagi tentang masalah komunikasi. Komunikasi antar FD dan talent harus terjalin sejak sebelum produksi dan ketika produksi itu berlangsung. Misalnya ketika talent sudah berada di posisi yang baik, FD harus meyakinkan bahwa posisi clip on yang dikenakan talent sudah terpasang dengan baik. Atau ketika pengisi acara ”salah melihat kamera” maka FD harus segera memberitahukan talent tersebut untuk melihat ke arah kamera yang diinginkan. FD harus berperan aktif agar pengisi acara merasa nyaman dan akhirnya terlihat baik ketika berinteraksi dengan kamera. Ketika talent sudah berada pada blocking set, FD selalu berkomunikasi dengan crew yang ada di studio jika misalnya ada perubahan blocking pada talent.

Cuing Talent, Cuing Studio Crew

Jika pada saat produksi belum berlangsung, FD bisa memberikan arahan dengan bahasa verbal, maka tidak halnya ketika produksi berlangsung. FD memberitahukan semua perintahnya dengan cue alias tanda. Memberita tanda atau isyarat pada para pemain dan kru di studio harus dilakukan seefisien mungkin, sehingga talent dan juga crew faham betul dengan isyarat yang diberikan FD.

Command Hand :

Bahasa non verbal, seperti isyarat tangan, banyak dilakukan oleh Floor Director untuk memberi isyarat, baik pada crew yang ada di studio maupun pada para pengisi acara atau talent. Command hand sudah sangat lazim dipergunakan dalam produksi acara televisi di studio, bahkan command hand sudah menjadi kesepakatan umum di stasiun televisi mana saja.

Artikel ini saya tulis menjelang satu jam sebelum shooting, nanti saya lanjutkan lagi ya….

Referensi :

Studio-Based Television Production and Directing, Andrew Utterback

Television Production, Gerald Millerson

Thanks to Dikiumbara 🙂

Dipublikasi di Kelas XII, Mata Diklat Teknik Produksi Program dan Penyiaran Pertelevisian | 1 Komentar

Menginstalasi Sistem Operasi GUI

Nah setelah kita mengerti bagaimana cara untuk mensetting urutan booting (Boot Sequence) pada BIOS, memahami beberapa perintah dasar DOS, mengolah partisi secara basic dengan eksternal command Fdisk, dan memformat partisi agar siap digunakan, maka langkah selanjutnya adalah kita menginstalasi sistem operasi. Sesuai dengan judulnya, sistem operasi yang akan kita instal berbasis GUI (Graphical User Interface) alias sistem operasi yang memilik antarmuka berbasis grafis. Coba cari artikel tentang GUI ya!

Kali ini kita akan mencoba menginstal sistem operasi Windows XP dulu, setelah itu bisa dilanjutkan dengan Linux Ubuntu. Gunakan VMware aja untuk coba-coba.Oke langsung aja baca dokumen berikut ini

Dipublikasi di Kelas X, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) | 4 Komentar

Perkembangan Penyiaran TV

Berikut tambahan materi untuk pelajaran Dasar Penyiaran TV, mengenai sejarah pertelevisian dan perkembangan penyiaran di Indonesia. Disusun oleh Sdr.Rahmad Setiadi

Dipublikasi di Kelas X, Mata Diklat Teknik Produksi Program dan Penyiaran Pertelevisian | Meninggalkan komentar